Bangbarongan Munding Dongkol dari Seni Jalanan ke Mall

BANDOENGMOOI – Universitas Widyatama (UTama)  bersama Yayasan Kebudayaan Bandoeng Mooi (YKBM) dalam muwujudkan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI tahun 2025 kerjama Cimahi Mall dan Cima Art 2025 gelar pertunjukan seni Bangbarongan Munding Dongkol, 6 Desember 2025 pukul 15. 30 di Lantai 2 Cimahi Mall, Jl. Gandawijaya Kota Cimahi.

Ketua YKBM, Hermana HMT mengatakan seni Bangbarongan Munding Dongkol dibuat pertama kali tahun 2010. Karya ini terinspirasi dari mitos tentang Siluman Munding Dongkol yang berkengbang di kawasan aliran sungai dan anak sungai Citarum di Bandung Raya.

“Mitos ini berhubungan dengan sungai, air dan bencana banjir. Sebagian masyarakat yang hidup di kawasan aliran sungai dan anak sungai Citarum mempercayai ada mahluk gaib yang hidup di sepanjang aliran sungai dengan sebutan Siluman Munding Dongkol. Masyarakat percaya mahluk itu muncut disaat hujan lebat dan aliran sungai meluap. Kemunculannya dipercaya sebagai tanda akan terjadi banjir,” ujarnya.

Ungkap Hermana, secara harfiah Munding Dongkol adalah kerbau yang memiliki tanduk menjulur ke depan, bukan kebelakang. Jenis kerbau yang memiliki tanduk seperti itu terbilang langka dan berbahaya. Jika beradu atau mengamuk, tanduknya yang melengkung ke depan dan runcing bisa menghancurkan yang diseruduknya.

“Seingat saya tahun 1970-1980-an di kampung saya, di Cimahi banyak tetangga dan saudara yang berternak kerbau. Hewan itu difungsikan untuk membajak sawah atau bisa disembelih dan dagingnya dimakan sebagai salah satu sumber protein hewani dalam kegiatan upacara, perayaan hari-hari besar Islam atau kenduri pernikahan dan hitanan,” katanya.

Menurut Hermana, kerbau-kerbau itu lebih suka berdiam diri di sungai kaluan tidak sedang digunakan sebagai pembajak sawah. Terutama disaat aliran sungai sedang tenang, setelah kenyang makan dan sebelum masuk kandang kerbau-kerbau sengaja dilepas oleh pemiliknya beremdam di sungai untuk mendinginkan suhu tubuh dan menghilangkan parasit atau kotoran yang menimpel di permukaan kulitnya, hingga menjelang magrib.

“Kerbau-kerbau yang normal biasanya memiliki tanduk menjulur kebelakang, tapi terkadang ada pula kerbau yang bertanduk tidak normal, yakni melengkung ke depan dan masyarakat Sunda menyebutnya Munding Dongkol. Kerbau seperti ini sangat ditakuti saat mengamuk, dengan tanduknya yang lancip dan tajam ke depan mampu menghacurkan mahluh atau benda-bendang yang diseluduknya,” jelasnya.

Tambah Hermana, dalam mitos Siluman Munding Dongkol pun dipercaya sangat membahayakan. Mahluk itu menjadi symbol derasnya gelombang air di daratan. Banjir yang meluap-luap bagaikan kerbau-kerbau (munding dongkol) yang sedang berlarian, mengamuk, meyeruduk kesegala arah, dan meluluh lantakan yang dilewatinya.

“Pertumbuhan penduduk semakin pesat. Lahan pertanian semakin menyempit karena sawah dialihfungsikan menjadi pemukiman dan kawan industri. Aliran sungai pun menyempit, bahkan banyak yang ditutupi betoh. Air sungai tidak bersih lagi karena limbah rumah tangga dan indostri masuk ke sungai. Peternak kerbau menghilang karena kerbau tidak berfungsi lagi sebagai alat bajak sawah, tempat kerbau merendah sudah beracun karena limbah kimia. Wacana mitos Siluman Munding Dongkol juga meredup, tapi banjir semakin menjadi. Siluman Munding Dongkal saat ini menjelma mejadi limbah rumah tangga dan industri yang dibuang ke sungai dan lebih berbahaya bagi kelangsungan hidup semua mahluk salain kerbau.

“Tidak ada lagi kerbau yang membajak sawah dan berendam di sungai membangunkan kesadaran saya untuk berkampaye, mengajak masyarakar agar mau menjaga lingkungan hidup melalui kebudayaan. Mulai saat itu saya ciptakan seni Bangbarongan Munding Dongkol dan melakukan Kirab Ngarak Cai dan Ritual Ngalokat Cai di Kota Cimahi,” tandasnya.

Pertunjukan seni Bangbarongan Munding Dongkol di Cima Art 2025 merupakan evaluasi dan promosi eduturism di Kota Cimahi hasil dari pendidikan seni di YKBM yang dikembang  melalui pengabdian pada masyarakat oleh beberapa orang dosen dan mahasiswa UTama.

“Melalui PISN sejak bulan September sampai Desember 2025, kami di YKBM dapat pengetahuan dan berinovasi dalam pengembangan Seni Bangbarongan Munding Dongkol, yang semula hanya dilakukan di jalanan dalam bertuk kirab buaya, tapi menjadi seni pertunjukan yang bisa digelar dimana saja termasuk di Mall, sehingga lebih diminati masyarakat luas,” imbuhnya.

Pertunjukan seni Bangbarongan Munding Dongkol menurut Hermana merupakan rangkai kegitan yang telah dilakukan sebelumnya di sekretariat/Bengkel Kreatif Bandoengmooi dalam bentuk pelatihan atau pendidikan dan pertunjukan seni melalui PISN 2025 yang dilakukan emapat orang dosen UTama di YKBM.

“Saya atas nama YKBM dan perseta pelatihan mengucapkan terima kasih pada Univesitas Widyatama dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI yang telah melibatkan kami menjadi mitra melalui PISN 2025. Kami bukan samata dibantu mengembangkan pendidikan seni dengan mengunakan modul dan tata cara meningkatkan mutu eduturism dari empat orang dosen UTama, namun kami juga dapat fasilitas berupa perlengkapan penunjang seperti kostum Bangbarongan Munding Dongkol dan lainnya, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan mutu seni yang YKBM kembangkan,” paparnya.

Hermana berhapa petunjukan seni Bangbarongan Munding Dongkol ini bukan semata memberi ruang pada anak-anak muda seperti siswa-siswi SMKN 10 Bandung yang sedang melakukan PKL di Bandoengmooi untuk terlibat langsung dalam menggali dan melakukan pelestarian seni, juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar mau menjaga tanah, menjaga air dan menjaga budaya dari berbagai pencemaran, sekaligus menciptakan distinasi wisata baru berbasis budaya di Kota Cimahi.

“Melaui eduturism dan edutaiment masyarakat bukan semata mengenal bentuk seni yang disugukan, juga menganal nilai-nilai yang tersirat didalamnya terutama dalam hal mejaga keseimbangan alam, sebagai upaya menjaga keberlangsungan mahluk hidup dan alam semesta sebagai tempat bernaungnya,” pungkas Hermana HMT, pelaku budaya alumni ISBI Bandung asal Kota Cimahi.**

Similar Articles

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Instagram

Most Popular