BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Era tahun 2010 sampai sekarang minat masyarakat Bandung Raya untuk menjadi pelaku seni Longser mulai meredup, baik di kalangan kampus maupun komunitas diluar institusi pendidikan. Adapun ajang festival Longser tingkat pelajar yang tahun 2025 menginjak festival ke 10 belum mampu mendorong para remaja/pelajar untuk terus aktif di dunia seni Longser, mereka pada umumnya sebatas partisipan tiap dua tahunan. Ratusan pelajar yang terbilat selama 20 tahun dan konsinten terjun langsun menggeluti seni Longser secara serius pasca festival digelar bisa dihitung dengan 10 jari tangan.
Selain sudah lama masyarakat umum lebih suka mengundang pertunjukan seni selain Longser dalam acara kenduri/hajatan, volume pertunjukan seni Longser semakin merosot karena komunitas seni Sunda dari beberapa perguruan tinggi di kawasan Bandung Raya banyak yang tidak menyelenggarakan pertunjukan seni Longser, bigitu pula komunitas seni Longser yang hidup dilingkungan masyarakat umum banyak yang beku beraktifitas. Hanya dua sampai tiga kumunitas yang masih bertahan, Longser Bandoengmooi terus melakukan pertunjukan seni Longser secara mandiri dan masih eksis ditengan persaingan dan gempuran budaya asing yang kian masif menjadi bagian kehidupan masyarakat Jawa Barat, khususnya di Bandung Raya melalui media digital dan sosial. Sedangkan Teater Toneel Bandung tiap 2 tahun menyelenggarakan Festival Longser Remaja, dan Longser Sawarna sejak 2024 mengisi program pertunjukan longser di televisi lokal Kota Cimahi.

Menjadi sebuah kebanggan tersendiri, entitas seni Longser sebagai seni pertunjukan (teater tradisional) tahun 2022 ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI sebagai warisan budaya takbenda (WBTb) dari Jawa Barat. Selanjutnya menjaga eksistensi seni Longser sejak ditetapkan sebagai WBTb dalam kurun waktu yang tidak terbatas menjadi pekerjaan rumah bersama pemerintah daerah, akademisi, komunitas, media, dunia usaha dan stakeholder lainnya untuk melakukan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan. Sehingga seni Longser bukan semata ada dalam catatan sejarah seni pertunjukan, tapi seni Longser benar-benar mewujud menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Jawa Barat, khususnya di kawasan Bandung Raya.
Dalam upaya mewujudkan keberlangsungan hidup seni Longser maka diperlukan upaya pewarisan yang sistematis, berkesinambungan pada genirasi muda dengan menyelenggarakan workshop/pelatihan dan pertunjukan diberbagai ruang publik untuk mengkomunikasikan, mengingatkan kembali dan mempromosikan seni Longser pada masyarakat yang lebih luas.
Pewarisan seni Longser adalah proses peralihan nilai, norma, dan keterampilan seni Longser dari generasi sebelumnya ke generasi muda. Melalui pewarisan yang sistimatis dihapkan terlahir pelastari yang lebih seger, berpandangan ke depan, dan tidak sekadar melihat seni Longser sebagai seni pertunjukan semata (seni hiburan), tapi ilmu pengetahuan yang dapat membentuk mental dan spiritual yang berhubungan dengan penguatan karekter atau jati diri. Bahkan belajar seni Longser artinya seseorang sedang belajar beberapa jenis seni (musik, tari, akting dan lainnya) sehingga pelaku Longser terbetuk memiliki kemampuan yang multitalenta.
Sebagai seni pertunjukan, Longser merupakan taater tradisional Jawa Barat yang menghibur dan tidak berjarak dengan penonton (komunikatif). Apabila dikemas dengan apik dan propesional, selain dapat mengedukasi masyarakat seni Longser mewujud sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang menjanjikan dan dapat meningkatkan kesejehraan para pelakunya. Menuju kearah itu tentunya dibutuhkan proses yang cukup panjang sehingga kemampuan penguasaan terhadap seni Longser lebih berkualitas dan bernilai ekonomi.

BENTUK KEGIATAN
Bandoengmooi sebagai komunitas budaya sejak berdiri tahun 1996 senantiasa mengembangkan seni teater dengan konsep perpaduan teater modern dan tradisoinal (Longser). Dimulai tahun 2010 sampai sekarang memfokuskan diri menjaga eksistensi seni Longser dengan melakukan pewarisan kepada masyarakat dan mewacanakannya dalam bentuk pelatihan atau workshop, gelar pertunjukan secara mandiri, dan memenuhi undangan dari masyarakat atau instansi pemerintah maupun swasta.
Dalam upaya mematangkan kensep pewarisan, kualitas pelaku dan bentuk seni Longser, sehingga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Jawa Barat, komunitas Longser Bandoengmooi yang sekarang berada dibawah naungan Yayasan Kebudayaan Bandoeng Mooi merancang metode pewarisan yang berbeda dengan metode sebelunya yang cenderung mengalir apa adanya.
Pada kesempatan ini metode pewarisan dirancang secara sistimatis. Para calon ahli waris seni Longser benar-benar digodog dalam bentuk pelatihan yang lebih tearah dan terukur. Pewarisan seni Longser bukan semata diarahkan pada penguasaan teknik bermain, dibalik itu juga membangun mental/spiritual dan tata kelola yang lebih baik. Hasilnya, ahli waris seni Longser memiliki karakteristik yang khas, baik sebagai pelaku budaya maupun mejadi individu-individu yang bergerak dibidang lainnya.
Ahli waris seni Longser diarahkan dapat memproduksi pertunjukan seni Longser secara mandiri. Kemudian dikumunikasikan pada masyarakat untuk diapresiasi, sebagai media hiburan dan media edukasi, dengan harapan semakin banyak masyarakat yang menyukai pertunjukannya dan menjadi bagian dari pemajuan ekonomi kreatif.
Selain melakukan pewarisan seni Longser Yayasan Kebudayaan Bandoeng Mooi bersama komunitas Longser Bandoengmooi juga melakukan peningkatan kemampuan sumber daya manusia di dalam ogerganisasi sendiri, baik peningkatan skill bermain Longser juga tata kelola organisasi. Sehingga performa sumber daya manusia dan organisasinya lebih meningkat, maju, dan berdaya saing.

BENTUK PEWARISAN SENI LONGSER
1.Pelatihan peningkatan kapasitas bagi pelaku Longser Bandoengmooi (komunitas sendiri) dalam upaya peningkatan penguasaan tehnik bermain seni longser, tata kolola organisasi, promosi dan publikasi seni longser.
2.Pelatihan kepada para pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum dari kawasan Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupatren Bandung Barat) dengan materi utama pelatihan meliputi; musik tradisional, tari rakyat, akting, pencak silat, menyusun ceritra, dan pengetahuan budaya.
3.Pertunjukan Seni Longser sebagai upaya memberi peluang pada pelaku Longser Bandoengmooi dan peserta pelatihan seni Longser untuk mempresentasikan karyanya, sekaligus menghidupkan ruang–ruang publik, mengkomunikasikan, mempublikasikan dan mepromosikan seni Longser pada masyarakat yang lebih luas jangkauannya, juga diarahkan dapat meningkatan kesejahteraan hidup para pelaku dan masyrakat sekitarnya.
4.Kerjasama antar institusi kebudayaan melalui pemagangan atau risidensi bagi pelaku budaya, siswa, mahasiswa dan Gesrakan Seniman Longser Masuk Sekolah (GSLMS).
5.Rintisan Kampung Longser sebagai tempat pemeliharaan, pengembangan, pengkajian, pemanfaatan dan kunjungan wisata berbasis budaya lokal yang berkembang di Kota Cimahi.
TUJUAN PEWARISAN SENI LONGSER
1.Melahirkan generasi baru dan menambah jumlah pelaku pelestari seni Longser.
2.Meningkatkan multi kecerdasan (kecerdasan linguistik, visual, kinestetik, musikal dan lainnya).
3.Meningkatkan performa sumber daya manusia seni Longser dan organisasi.
4.Mengkomunikasikan dan mempromosikan seni Longser juga pelakunya pada masyarakat yang lebih luas.
5.Merevitalisasi seni Longser kearah yang lebih maju dan berdaya saing.
6.Mewujudkan seni Longser menjadi bagian dari kehidupan Gen Z Jawa Barat saat ini dan Gen Alpha mendatang, serta menjadi bagian diri kehidupan masyarakat Indonesia.
7.Menjaga ketahanan budaya bangsa dari gempuran budaya asing yang kian masif memperuhi karakter anak bangsa.

KERJASAMA PEWARISAN SENI LONGSER
Dalam upaya memaksimalkan kenerja pewarisan seni Longser, Yayasan Kebudayaan Bandoeng Mooi bersama komunitas Longser Bandoengmooi siap melakukan kerjasama dengan berbagai pikah diantaranya dengan akademisi, dinas terkait, media, sekolah tingkat SMP, SMA dan dunia usaha.
Kerjasama yang sudah dan sedang berjalan selama ini adalah dengan SMKN 10 Bandung dan Fakultas Seni Pertunjukan ISBI Bandung, Universitas Widyatama (Utama) yang keduanya sudah tertuang dalam MoU. Selain itu juga melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi lainnya seperti Uversitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dalam bertuk pemagangan. Melalui dukungan pemerintah diharapkan kerjasama yang sudah terjalin bisa lebih dioptimalkan dan semakin terbuka lebar menjalin kerjasama dengan dunia usaha, NGO dan stakehorder lainnya. Sehingga seni Longser kembali membumi, menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat termpat kelaharinya, menasional dan mendunia.

LONGSER SEBAGAI INDUSTRI KREATIF
Tari, musik, dan unsur komedi yang cukup kentel membuat seni Longser sangat akrab dengan apresiatornya, ringan dan sangat menghibur. Apabila pengemasannya di tata lebih apik dan senantiasa melihat perkembangan zaman, prospek kedepan seni Longser terbilang cukup menjajikan. Televisi lokal maupun nasional semakin banyak dan senantiasa melirik, mengingat dunia komedi adalah hiburan yang tidak aus ditelan zaman. Terlahirnya komedian di televisi seperti Opera Van Java (pada awal-awal penanyangan) dan sejenisnya tidak lepas dari adopsi teater rakyat (Lenong, Longser, Ketoprak dan sabagainya) yang berkembang di Indonesia. Dalam artian, selain bisa hidup sebagaimana seni Longser seutuhnya, seni longser pun bisa menjadi tempat penggodogan awal untuk menuju entertainer yang cakupannya tidak berkembang di daerah semata. Dibekali penguasaan literasi yang signifikan, seni Longser dan pelakunnya bisa didorang menjadi seni dan seniman lokal yang mengglobal, sehingga seni Longser menjadi industri kreatif, sumber mata pencaharian yang dapat meningkatkan kelayakan hidup teruma bagi para pelakunya.

RINTISAN KAMPUNG LONGSER SEBAGAI DESTINASI WISATA BUDAYA
Melalui peningkatan kapasitas tata kelola keorgansiasian, Yayasan Kebuadayaan Bandoeng Mooi dan Komunitas Longser Bandoengmooi kerjasama dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar merintis terwujudnya Kampung Longser. Sebagai sebuah tempat untuk melakukan penggalian, menyerap pengetahuan, mempromosikan dan mengelola pertumbuhan, dan berinovasi, sehingga ekosistem dan eksistensi seni Longser terus terjaga, diterima sepenuhnya oleh masyarakat dimanapun sebagai bagian dari kehidupannya dan mampu daya saing sekaligus menjadi destinasi weisata budaya.
Rintisan Kampung Longser tidak semata menyguhkan pertunjukan atau memberi informasi tentang khazanah seni longser. Tapi mengenalkan. mepromosikan, mempublikasikan, mengembangkan produk budaya lokal lainnya, seperti; kuliner, kerajinan, permainan tradisional, olahraga tradisonal, seni bangbarongan, ritual Ngalokat Cai dan jenes seni lainnya.
Rintisan Kampung Longser merupakan pusat eduturism – edutainment Yayasan Kebudayaan Bandoengmooi dan kominitas Bandoengmooi. Tempat penyelenggaraan pendidikan non formal seni longser, Bangbarongan Munding Dongkol, Permainan Rakyat, Olahraga Tradisional dan beberapa bentuk budaya lainnya bagi anak-anak, remaja dan dewasa tanpa dipungut biaya. Selain itu siapapun boleh berkenjung dan menyaksikan langsung proses kreatif yang dilakukan peserta didik bersama anggota komunitas Bandoengmooi atau menyaksikan pertunjukan yang khusus disuguhkan untuk para pengunjung. Sehingga terbangun kumunikasi antara pelaku budaya dengan pengunjung (wisatawan) dan terjadi tranfer pengetahuan, pengalaman tentang seni longser serta bentuk budaya lainnya yang menyenangkan dan tanpa ada paksaan.

BAB II
URGERNSI DAN NILAI STRATEGIS PEWARISAN DAN RINTISAN KAMPUNG LONGSER
PEWARISAN SENI LONGSER
Pewarisan seni Longser bukan dalam arti memberi tongkat estafet dari keluarga pelaku seni Longser terdahulu pada anak dan cucunya. Tapi melakukan pewarisan pada masyarakat yang lebih luas, mengingat seni Longser sudah menjadi hak milik komunal.
MANFAAT PEWARISAN SENI LONGSER
1.Melanggengkan tumbuh kembang seni Longser – teater tradisional Jawa Barat agar semakin diminati masyarakat lebih luas sesuai dengan pekembangan zaman.
2.Menjaga ketahanan budaya bangsa yang kian tergurus oleh budaya asing.
3.Membentuk karakter anak bangsa.
4.Peningkatan kamampuan menjalin kerjasama dengan berbagai stikhorder.
5.Peningkatan daya apresiasi masyarakat terhadap seni Longser.
6.Peningkatan jumlah pelestari seni Longser.
7.Sebagai media huburan dan memberi edukasi pada masyarakat dalam meningkat kesadaran budaya, kesadaran lingkungan, dan kasadaran sosial.
8.Menghidupkan ruang publik dalam upaya mengkomunikasikan seni Longser, memberi peluang bagi pelakunya untuk mempresentasikan dan mempromosikan karyanya pada masyarakat yang berimbas pada peningkatan nulai ekonomi.

DAMPAK PEWARISAN SENI LONGSER
Tiga unsur penting dalan seni Longser, diantaranya; musik, tari dan akting. Setiap unsur bisa berdiri sendiri, dan pelakunya dituntut mesti bisa menguasai ketiga usur seni tersebut. Penguasaan ketiganya, ditambah unsur pencak silat, komedian dan bertutur kata secara spontan membentuk pelaku seni Longser yang multitalenta.
Disisi lain seni Longser bukan sekadar pertunjukan biasa, tapi seni yang mampu mendorong seseorang atau pelakunya untuk berani tampil, percaya diri, dan bertutur kata dengan baik di hadapan umum. Aktor Longser dituntut merangkai cerita dan penguasan bahasa secara spontan, besar sekali manfaatnya bagi peningkatan penguasaan public speaking.
Berlatih akting Longser adalah berlatih mengolah imajinasi, mengolah emosi, mengolah tubuh dan menyerap ilmu pengtahuan yang hasilnya bukan semata untuk mencetak seseorang menjadi pelaku seni, namun dari pengolahan itu secara tidak langsung telah merangsang kecerdasan majemuk seseorang yang menjadi landasan pembangunan kepribadiannya.
Mengingat hal itu, maka penting mengajak generasi muda kaum milenial dan Gen Z untuk terlibat langsung, berlatih dan menjadi pelaku dalam pertunjukan seni Longser. Sehingga ada beberapa keuntungan yang didapat, yaitu melakukan pewarisan seni Longser sekaligus meningkatkan kecerdasan, menguatkan jati diri bangsa, mengembangkan sikap kemandirian, menjalin kerjasama, menjunjung tinggi toleransi, melestarian budaya lokal dan mejadikan seni Longser sebagai media diplomasi budaya.

LONGSER SEBAGAI INDUSTRI KREATIF
Industri kreatif adalah bentuk industri yang mengedepankan kreativitas dan kemampuan berpikir dari para pelakunya, dan memiliki kaitan yang erat dengan budaya yang ada di tempat tersebut. Kekayaan budaya di Indonesia yang sangat beragam memberikan potensi yang besar bagi pengembangan industri kreatif. Kesiapan pelaku industri kreatif menjadi faktor kunci dalam menghadapi persaingan dengan industri lainnya. Namun demikian, teknologi yang menyertai era Industry 4.0 juga memberikan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dalam pengembangan industri kreatif berbasis budaya.
Pengembangan industri kreatif berbasis budaya di Kota Cimahi perlu ditingkatkan. Industri kreatif Kota Cimahi sebagai kekuatan baru menuju Indonesia emas tahun 2045 tidak hanya sebatas semangat tetapi juga mission statement untuk berkreasi dengan mengatasnamakan identitas budaya daerah pada setiap karya kreatif yang diciptakan oleh anak bangsa.
Perkembangan industri kreatif juga tidak dapat terlepas dari generasi muda sebagai gudang kreativitas. Generasi muda adalah sumber daya produktif yang dengan ide kreatifnya dapat membuka sebuah usaha yang juga membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran di angkatan kerja produktif. Semakin banyak anak muda yang berkecimpung di dunia wirausaha, semakin banyak pula produktivitas yang dihasilkan sehingga berdampak pula pada meningkatnya perkembangan ekonomi daerah. Pengembangan wirausaha muda di bidang industri kreatif berbasis budaya adalah upaya peningkatan kompetensi wirausaha muda kreatif dalam mengakses teknologi, modal, pasar dan manajemen sehingga menjadi wirausaha mandiri yang inovatif, kreatif, mampu bersaing, berwawasan global dan profesional terutama dalam industri kreatif berbasis budaya sehingga bisa menjadi innovative entrepreneur selanjutnya. Untuk menumbuhkan wirausaha muda dalam bidang industri kreatif berbasis budaya tentu memerlukan proses panjang, mulai dari menyiapkan sumberdaya manusianya hingga sumberdaya pendukung seperti ketersediaan anggaran, sarana, dan prasarana pelatihan yang memadai.
Seni longser sebagai bagian dari seni pertunjukan dan industri kreatif perlu penanganan yang signipikan, terlebih hasil budi dan daya masyarakat Jawa Barat ini tidak dikenal lagi oleh sabagian besar masyarakat tempat kelahirannya. Innovative entrepreneur dari kaum muda yang memahami potensi seni longser perlu ditumbuhkan sehingga seni longser dapat bangkit dari mati surinya, dan berkebang maju bersaing dengan industri hiburan masa kini yang ditawarkan televisi, media sosial, dan media lainnya.

RINTISAN KAMPUNG LONGSER SEBAGAI DESTRINASI WISATA BUDAYA
Industri kreatif dapat memberikan nilai tambah pada pariwisata berbasis budaya dengan cara menciptakan produk-produk yang unik dan menarik yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga membantu dalam pelestarian budaya dan kearifan lokal.
Pariwisata berbasis budaya lokal menawarkan pengalaman yang autentik kepada wisatawan, memperkenalkan mereka pada tradisi, seni, kerajinan, dan cara hidup masyarakat setempat. Ini membuka peluang bagi industri kreatif untuk mengembangkan produk seperti suvenir, kerajinan tangan, pertunjukan seni, dan kuliner khas daerah yang dapat mempromosikan keunikan budaya tersebut.
Ditinjau dari segi budaya, pariwisata secara tidak langsung memberikan peran penting bagi perkembangan budaya di daerah karena dengan adanya suatu objek wisata maka dapat memperkenalkan keragaman budaya yang dimiliki suatu daerah seperti seni tradisional dan adat istiadat yang menarik perhatian wisatawan. Pariwisata memberikan pemahaman budaya melalui interaksi sosial antara pelaku pariwisata dan lingkungan sekitarnya.
World Trade Organization menyatakan jika pariwisata budaya adalah industri yang berkembang dengan pesat sejak tahun 90-an melebihi perkembangan industri pariwisata lainnya. Salah satu penyebab semakin diminatinya wisata budaya adalah adanya kerinduan terhadap nilai-nilai yang lebih dalam seperti ritus, seni, adat istiadat dan lainnya terutama oleh wisatawan mancanegara yang sibuk dengan hiruk-pikuk kehidupan modern. Modernisasi sebuah Kota menyebabkan terjadinya gejala arus balik kebudayaan yang kembali mencari nilai nilai budaya dan kearifan lokal, sehingga diprediksi bahwa era industri kreatif berbasis budaya akan mendominasi masa depan.
Saat ini sektor pariwisata perkotaan yang tumbuh pesat adalah pengembangan kampung Kota. Sebuah gerakan menuju destinasi wisata kreatif dan mandiri yang berbasis budaya lokal dan merupakan salah satu strategi dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah, memperkenalkan produk lokal dan melestarikan budaya setempat. Wisata Kota pada umumnya merupakan kegiatan wisata yang dilakukan dalam lingkup suatu Kota dan melakukan berbagai kegiatan, seperti: berbelanja, menonton pertunjukan, festival, mengunjungi taman kota, dan masih banyak lagi.
Disamping menguatkan kampung Kota yang sudah dikenal masyarakat luas seperti kampung adat Cireundeu, langkah strategi pengembangan pariwisata perkotaan di Kota Cimahi salah satunya adalah merintis terwujudnya Kampung Longser. Sebuah konsep kampung di mana masyarakatnya memutuskan untuk mengembangkan Kota berdasarkan sebuah gagasan atau topik yang bertumpu pada kreatifitas dan pruduktifitas berbasis budaya, yang mendorong Kota lebih dikenali dan memeliki daya tarik untuk dikunjungi wisatawan.
Rintisan Kampung Longser lebih pada sebuah upaya agar masyarakat untuk terlibat proaktif dan mampu menunjukan kekhasan Kota Cimahi yang berkelanjutan dengan tujuan melakukan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan budaya lokal Kota Cimahi khususnya seni Longser yang salah satu pemanfaatannya mendorong perekonomian lokal dengan menggali potensi-potensi ekonomi kemasyarakatan sebagai stimulus tingkatkan kesejeteraan, pembangunan wilayah, serta peningkatan kualitas lingkungan hidup.







BAB VII
PENUTUP
TIM YAYASAN KEBUDAYAAN BANDOENG MOOI
Pembina  : Disbudparpora Kota Cimahi & Dewan Kebudayaan Kota Cimahi
Supervisi : Aendra Medita
Ketua : Hermana HMT
Bendahara : Hafidz Permana
Sekretaris : Mohamad Apandi
Koordinator Pelatihan : Melodia, Redja, Aditia, Darto
Koordinator Keproduksian : Mochammad Fikri, Toha
Koordinator Sarana dan Prasarana Pelatihan : Dio Hariyanto, Revina, Nataprawira
Koordinator Dukumentasi Dan Publikasi : Selamet Oki Pratomo, Syifa
Koordinator Marketing : Ihval Valian, Roby Gunawan

PENUTUP
Sumber daya manusia kebudayaan, keragaman budaya dan sumber daya alam merupakan aset besar dalam pemajuan pembangunan Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Potensi ini mesti digali dan dikembangkan sehingga Jawa Barat mewujud menjadi wilayah yang maju, berbudaya dan sejahtera. Diperhitungkan dikancah nasional dan internasional sebagai wilayah yang memiliki peradaban kebudayaan tinggi yang tidak tergoyahkan oleh terpaan budaya global.
Demikian rencana kerja ini kami sampaikan, besar harapan Rintisan Kampung Longser ini dapat terealisasikan sesuai konsep yang telah disusun, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Tentunya kami sangat mengharapkan dukungan, partisipasi dan peranserta seluruh elemen masyarakat, baik dari pemerintahan, dunia usaha, dunia pendidikan, komunitas, NGO dan media.



